- DINAR
- ROSMANIAR
- ROSMALA DEWI
- NURUL MUTMAINNAH
- SALMIYAH
- ASDAR UDIN
- SURAHMAN HAMZAH
A.Pengertian Media
Pengertian
Media
- Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat ciri utama yakni adanya hubungan
diantara anggotanya. Hubungan itu berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi
proses saling mempengaruhi. Dengan kata lain antara anggota kelompok
terdapat hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk
komunikasi maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau
tingkah laku sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.
Bentuk komunikasi itu berlaku di dalam
semua bentuk hubungan sosial, baik di sekolah maupun di dalam pergaulan
masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk masyarakat dengan
struktur dan fungsinya masing-masing. Di sekolah
berlangsung hubungan komunikasi interaksi antara para siswa dan guru.
Untuk mencapai maksud dan tujuannya,
bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu peningkatan efisiensi dan
efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tersebut sebagian
bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan prasarana. Dengan
perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan dengan lancar
dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu berjalan dan
menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan media.
Bertitik tolak dar alat bantu (media)
itu dapat dipahami bahwa, media dalam hubungannya dengan komunikasi interaksi
suatu organisasi sangat menentukan. Namun yang masih perlu kejelasan adalah,
apa yang dimaksud dengan media.
Media berasal dari bahasa Latin dan
merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar
dari pengirim ke penerima pesan.
Selanjutnya akan diuraikan pengertian media menurut istilah. Para ahli di dalam memberikan batasan media berbeda-beda pendapat, tetapi arah dan tujuannya sama, yang tidak lepas dari kata medium.
Menurut Santoso S. Hamidjojo dalam Amir
Achsin (1980), media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang menyebar
ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima.Sedangkan Assosiasi
Teknologi dan Komunikasi (Association of Education and Communication
Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu: Media sebagai segala bentuk
dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. Gagne
(1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsang untuk belajar.
Sementara Bringgs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar
buku, film, kaset adalah contoh-contohnya.Selanjutnya Mc. Luhan dalam Arif S.
Sadiman (1984) berpendapat bahwa media adalah sarana yang juga disebut channel,
karena pada hakekatnya media memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia
untuk merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan
waktu yang hampir tak terbatas lagi.Dalam kaitannya dengan komunikasi interaksi
dalam bentuk organisasi Dr. Oemar Hamalik (1994) berpendapat bahwa media
komunikasi adalah suatu media atau alat bantu yang digunakan oleh suatu
organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja dengan hasil yang
maksimal.
Dalam dunia pendidikan
kita mengenal peragaan atau keperagaan. Ada yang lebih senang menggunakan
istilah peragaan. Tetapi ada pula yang senang yang menggunakan istilah
komunikasi peragaan. Dewasa ini telah mulai dipopulerkan istilah baru yakni
“Media pendidikan”.
Beragamnya istilah tersebut, yang
mempunyai tekanan sendiri-sendiri, maka akan lebih baik di salah satu
diantaranya yaitu “Media pendidikan”. Media pendidikan sebagai alat bantu
memiliki ciri-ciri:
- Media pendidikan identik artinya dengan
pengertiankeparagaan yang berasal dari kata raga, suatu benda yang dapat
diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati.
- Tekanan utama terdapat pada benda atau hal-hal yang
bisa dilihat dan didengar.
- Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan
(komunikasi) dalam pengajaran, antara guru dengan siswa.
- Media pendidikan sebagai alat bantu belajar mengajar, baik diluar kelas.
- Berdasarkan (3) dan (4), maka pada dasarnya media
pendidikan merupakan suatu “perantara” (medium, media) dan digunakan dalam
rangka pendidikan.
- Media pendidikan mengandung aspek; sebagai alat dan
sebagai teknik, yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.
- Karena itu, sebagai tindakan operasional, dalam tulisan
ini kita menggunakan pengertian “media pendidikan”
Berdasarkan dari ciri-ciri umum media
pendidikan tersebut, Dr. Oemar Hamlik (1994) memberi batasan media pendidikan
adalah alat, metode dan teknik digunakan dalam rangka
mengaktifkan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam prose pendidikan dan
pengajaran disekolah”.
Dari pengertian media serta batasan-batasan yang dikemukakan oleh
para ahli di atas, terdapat beberapa persamaan diantaranya, bahwa media adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke
sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat perhatian
siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
B.Foto
sebagai media pembelajaran
Dewasa
ini gambar fotografi secara luas dapat diperoleh dari berbagai sumber, misanya
dari surat-surat kabar, majalah-majalah, brosur-brosur dan buku-buku. Gambar,
lukisan, kartun, ilustrasi dan foto yang diperoleh dari berbagai sumber
tersebut dapat dipergunakan oleh guru
secara efektif dalam kegiatan belajar
mengajar.Gambar pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat
membangkitkan minatnya pada pelajaran. Membantu mereka dalam kemampuan
berbahasa, kegiatan seni,
dan pernyataan kreatif dalam bercerita, dramatisasi, bacaan, penulisan, melukis
dan menggambar serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi
bacaan dari buku teks (Arif S. Sadiman, 1984).
Gambar fotografi merupakan salah satu
media pengajaran yang amat dikenal di dalam setiap kegiatan pengajaran hal ini
disebabkan kesederhanaannya, tanpa memerlukan perlengkapan dan tidak
diproyeksikan untuk mengamatinya. Media gambar termasuk kepda gambar tetap atau
still picture yang terdiri dari dua kelompok, yaitu: pertama flat opaque
picture atau gambar datar tidak tembus pandang, misalnya gambar fotografi,
gambar dan lukisan cetak. Kedua adalah transparent picture atau gambar tembus
pandang, misalnya film slides, film strips dan transparancies.
Namun yang termasuk media gambar,terdapat
pada kelompok pertama yakni Flat opeque picture, karena gambar datar tidak
tembus pandang ini mudah pengadaannya serta biasanya relatif murah. Jadi media
gambar adalah media yang dipergunakan untuk memvisualisasikan atau menyalurkan
pesan dari sumber ke penerima (siswa). Pesan yang akan disampaikan dituangkan
ke dalam komunikasi visual, di samping itu media gambar berfungsi pula untuk
menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi
fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
C. Pemanfaatan Media Gambar/foto Data
Proses Belajar Mengajar
Di antara media pendidikan,
gambar/ foto adalah media paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum,
yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Oleh karena itu ada pepatah
Cina mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu
kata.
Gambar ilustrasi fotografi adalah
gambar yang tidak dapat diproyeksikan, dapat dipergunakan, baik dalam
lingkungan anak-anak maupun dalam lingkungan orang dewasa. Gambar yang berwarna
umumnya menarik perhatian. Semua gambar mempunyai arti, uraian dan tafsiran
sendiri. Karena itu gambar dapat dipergunakan sebagai media pendidikan dan
mempunyai nilai-nilai pendidikan bagi peserta didik yang memungkinkan belajar
secara efisien peserta didik yang berkaitan dengan pemanfaatan media gambar
dalam data PBM beberapa ahli membekas rambu yang perlu diperhatikan yaitu :
1.
Prinsip-prinsip pemakaian media gambar.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pergunakanlah gambar untuk tujuan-tujuan pengajaran
yang spesifik, yaitu dengan cara memilih gambar tertentu yang akan
mendukung penjelasan inti pelajaran atau pokok-pokok pelajaran. Tujuan
khusus itulah yang mengarahkan minat siswa kepada pokok-pokok pelajaran.
Bilamana tujuan instruksional yang ingin dicapainya adalah kemampuan siswa
membandingkan kelompok hewan bertulang belakang dengan tidak, maka
gambar-gambarnya harus memperhatikan perbedaan yang mencolok.
- Padukan gambar-gambar kepada pelajaran, sebab
keefektivan pemakaian gambar-gambar di dalam proses belajar mengajar memerlukan keterpaduan.
Bilamana gambar-gambar itu akan dipakai semuanya, perlu dipikirkan
kemungkinan dalam kaitan pokok-pokok pelajaran. Pameran gambar di papan
pengumuman pada umumnya mempunyai nilai kesan sama seperti di dalam ruang
kelas. Gambar-gambar yang ril sangat berfaedah untuk suatu mata pelajaran,
karena maknanya akan membantu pemahaman para siswa dan cara itu akan
ditiru untuk hal-hal yang sama dikemudian hari.
- Pergunakanlah gambar-gambar itu sedikit saja, daripada
menggunakan banyak gambar tetapi tidak efektif. Hematlah penggunaan gambar
yang mendukung makna. Jumlah gambar yang sedikit tetapi selektif, lebih
baik daripada dua kali mempertunjukkan gambar yang serabutan tanpa
pilih-pilih. Banyaknya ilustrasi gambar-gambr secara berlebihan, akan
mengakibatkan para siswa merasa dirongrong oleh sekelompok gambar yang
mengikat mereka, akan tetapi tidak menghasilkan kesan atau inpresi visual
yang jelas, jadi yang terpenting adalah pemusatan Perhatian pada gagasan utama.
Sekali gagasan dibentuk dengan baik, ilustrasi tambahan bisa berfaedah
memperbesar konsep-konsep permulaan. Penyajian gambar hendaknya dilakukan
secara bertahap, dimulai dengan memperagakan konsep-konsep pokok artinya
apa yang terpenting dari pelajaran itu. Lalu diperhatikan gambar yang
menyertainya, lingkungannya, dan lain-lain berturut-turut secara lengkap.
- Kurangilah penambahan kata-kata pada gambar oleh karena
gambar-gambar itu sangat penting dalam mengembangkan kata-kata atau
cerita, atau dalam menyajikan gagasan baru. Misalnya dalam mata pelajaran biologi. Para siswa mengamati
gambar-gambar candi gaya Jawa Tengah dan Jawa Timur menjelaskan bahwa
mengapa bentuk tidak sama, apa ciri-ciri membedakan satu sama lain. Guru bisa saja tidak bisa mudah
dipahami oleh para siswa yang bertempat tinggal di lingkungan hutan tropis
asing. Demikian pula istilah supermarket terdengar asing bagi
siswa-siswa yang hidup si kampung. Melalui gambar itulah mereka akan
memperoleh kejelasan tentang istilah Verbal
- Mendorong pernyataan yang kreatif, melalui
gambar-gambar para siswa akan didorong untuk mengembangkan keterampilan
berbahasa lisan dan tulisan, seni grafis dan bentuk-bentuk kegiatan
lainnya. Keterampilan jenis keterbacaan visual dalam hal ini sangat
diperlukan bagi para siswa dalam membaca gambar-gambar itu.
- Mengevaluasi kemajuan kelas, bisa juga dengan
memanfaatkan gambar baik secara umum maupun secara khusus. Jadi guru bisa mempergunakan gambar datar,
slides atau transparan untuk melakukan evaluasi belajar bagi para siswa. Pemakaian
instrumen tes secara bervariasi akan sangat baik dilakukan guru, dalam upaya memperoleh hasil tes
yang komprehensip serta menyeluruh.
2. Memilih gambar yang baik dalam pengajaran
Dalam pemilihan gambar yang baik untuk kegiatan pengajaran terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatikan antara lain:
- Keaslian gambar. Gambar menunjukkan situasi yang
sebenarnya, seperti melihat keadaan atau benda yang sesungguhnya.
Kekeliruan dalam hal ini akan memberikan pengaruh yang tak diharapkan
gambar yang palsu dikatakan asli.
- Kesederhanaan. Gambar itu sederhana dalam warna,
menimbulkan kesan tertentu, mempunyai nilai estetis secara murni dan
mengandung nilai praktis. Jangan sampai peserta didik menjadi bingung dan
tidak tertarik pada gambar.
- Bentuk item. Hendaknya sipengamat dapat memperoleh
tanggapan yang tetap tentang obyek-obyek dalam gambar.
- Perbuatan. Gambar hendaknya hal sedang melakukan
perbuatan. Siswa akan lebih tertarik dan akan lebih memahami gambar-gambar
yang sedang bergerak.
- Fotografi. Siswa dapat lebih tertarik kepada gambar
yang nilai fotografinya rendah, yang dikerjakan secara tidak profesional seperti terlalu terang atau
gelap. Gambar yang bagus belum tentu menarik
dan efektif bagi pengajaran.
- Artistik. Segi artistik pada umumnya dapat mempengaruhi
nilai gambar. Penggunaan gambar tentu saja disesuaikan dengan tujuan yang
hendak dicapai
Kriteria-kriteria memilih gambar
seperti yang telah dikemukakan di atas juga berfungsi untuk menilai apakah
suatu gambar efektif atau tidak untuk digunakan dalam pengajaran. Gambar yang
tidak memenuhi kriteria tidak dapat digunakan sebagai media dalam mengajar.
3.
Menggunakan gambar dalam kelas
Penggunaan gambar secara efektif
disesuaikan dengan tingkatan anak, baik dalam hal besarnya gambar, detai, warna
dan latar belakang untuk penafsiran. Dijadikan alat untuk pengalaman kreatif,
memperkaya fakta, dan memperbaiki kekurang jelasan. Akan tetapi gambar juga
menjadi tidak efektif, apabila terlalu sering digunakan dalam waktu yang tidak
lama. Gambar sebaiknya disusun menurut urutan tertentu dan dihubungkan dengan
masalah yang luas.
Gambar dapat
digunakan untuk suatu tujuan tertentu seperti pengajaran yang dapat memberikan
pengalaman dasar. Mempelajari gambar sendiri dalam kegiatan pengajaran dapat
dilakukan cara, menulis pertanyaan tentang gambar, menulis cerita, mencari
gambar-gambar yang sama, dan menggunakan gambar untuk mendemonstrasikan suatu
obyek.
Pengajaran dalam kelas dengan gambar
sedapat mungkin penyajiannya efektif. Gambar-gambar yang digunakan merupakan
gambar yang terpilih, besar, dapat dilihat oleh semua peserta didik, bisa
ditempel, digantung atau diproyeksikan. Display gambar-gambar dapat ditempel
pada papan buletin, menjadikan ruangan menarik, memotivasi siswa, meningkatkan
minat, perhatian, dan menambah pengetahuan siswa.
4. Mengajar
siswa membaca gambar
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengajar siswa membaca gambar:
- Warna. Siswa sangat tertarik pada gambar-gambar berwarna.
Umumnya pada mulanya mereka mengamati warna sebelum mereka mengetahui nama
warna, barulah ia tafsirkan. Pada umumnya mereka memilikji kriteria
tersendiri tentang kombinasi warna-warna. Melatih menanggapi, membedakan,
dan menafsirkan warna perlu dilakukan guru terhadap para siswa.
- Ukuran. Dapat dibandingkan mana yang lebih besar antara
seekor ayam dengan seekor sapi, mana yang lebih tinggi antara seorang manusia
dengan gereja, dan sebagainya.
- Jarak. Maksudnya agar anak dapat mengira-ngira jarak
antara suatu obyek dengan obyek lainnya dalam suatu gambar, misalnya jarak
antara puncak gunung latar belakangnya.
- Sesuatu gambar dapat menunjukkan suatu gerakan. Mobil
yang sedang diparkir yang nampak dalam sebuah gambar, dalam gambar
terdapat sebuah simbol-simbol gerakan.
- Temperatur. Bermaksud anak memperoleh kesan apakah di
dalam gambar temperaturnya dingin atau panas. Bandingkan gambar yang
menunjukkan musim salju dan gambar orang-orang yang berada dalam keadaan
membuka pakaian. Maka dapat dibedakan temperatur rendah dan keadaan panas.
Beberapa
kelebihan yang lain dari media gambar adalah :
- Sifatnya konkrit. Gambar/ foto lebih realistis
menunjukkan pokok masalah dibanding dengan media verbal semata.
- Gambar dapat mengatasai masalah batasan ruang dan
waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan
tidak selalu bisa, anak-anak dibawa ke objek tersebut. Untuk itu gambar
atau foto dapat mengatasinya. Air terjun niagara atau danau toba dapat
disajikan ke kelas lewat gambar atau foto. Peristiwa-peristiwa yang
terjadi di masa lampau, kemarin atau bahkan menit yang lalu kadang-kadang
tak dapat dilihat seperti apa adanya. Gambar atau foto sangat bermanfaat
dalam hal ini.
- Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan
kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata
telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar.
- Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja
dan untuk tingkat usia beberapa saja, sehingga dapat mencegah atau
membetulkan kesalah pahaman.
- Murah harganya, mudah didapat, mudah digunakan, tanpa
memerlukan peralatan yang khusus.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut
gambar atau foto mempunyai beberapa kelemahan yaitu :
- Gambar atau foto hanya menekankan presepsi indra mata.
- Gambar atau foto benda yang terlalu kompleks kurang
efektif untuk kegiatan pembelajaran.
- Ukuran sangat terbatas untuk kelompok besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar