Pengertian
Media
- Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat ciri utama yakni adanya hubungan
diantara anggotanya. Hubungan itu berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi
proses saling mempengaruhi. Dengan kata lain antara anggota kelompok
terdapat hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk
komunikasi maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau
tingkah laku sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.
Bentuk komunikasi itu berlaku di dalam
semua bentuk hubungan sosial, baik di sekolah maupun di dalam pergaulan
masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk masyarakat dengan
struktur dan fungsinya masing-masing. Di sekolah
berlangsung hubungan komunikasi interaksi antara para siswa dan guru.
Untuk mencapai maksud dan tujuannya,
bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu peningkatan efisiensi dan
efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tersebut sebagian
bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan prasarana. Dengan
perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan dengan lancar
dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu berjalan dan
menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan media.
Apa
yang saya ketahui tentang profesi kependidikan :
1. Profesi Kependidikan
A.Pengertian Profesi Kependidikan
Profesi kependidikan terdiri atas dua
suku kata yakni “profesi” dan “professional”,dua suku kata ini memiliki arti
yang berbeda “profesi” berasal dari bahasa latin yaitu”proffesio” yang
mempunyai dua arti yaitu janji/ikrar
pekerjaan.Dalam arti luas, profesi berarti kegiatan "apa saja" dan
"siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu
keahlian tertentu. Dalam arti sempit, profesi berarti kegiatan yang dijalankan
berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan
norma-norma sosial dengan baik.(H.M.Surya:2007)
Profesi adalah Istilah yang sudah cukup dikenal oleh
semua pihak, dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya
merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih
tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan
dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan “profesi” selalu
dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan
tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi
menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu
pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang
orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan
yang dikembangkan khusus untuk itu.(H.M.Surya:2007)
“Professional”
mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu
profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja
sesuai dengn profesinya. Penyandangan dan penampilan “professional” ini telah
mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal.(H.M.Surya:2007)
“Profesionalisme” adalah sebutan yang
mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu
profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam
sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas
professional melalui berbagai cara dan strategi.(H.M.Surya:2007)
“Profesionalitas”
adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap
profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk
dapat melakukan tugas-tugasnya.(H.M.Surya:2007)
Profesionalisasi”
adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam
mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.(H.M.Surya:2007)
Kependidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu
untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek
tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang
berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan
yang telah diperolehnya.(H.M.Surya:2007)